APR menjamu menteri perindustrian indonesia di Area Konstruksi

Menteri Perindustrian Indonesia, Ir. Airlangga Hartarto, MBA, MTT, mengunjungi Pangkalan Kerinci, Provinsi Riau, pada 21 Januari 2018 untuk melihat kemajuan pabrik baru Asia Pacific Rayon (APR). Setelah selesai, pabrik akan menjadi fasilitas rayon terintegrasi terbesar di Indonesia, dengan total investasi sekitar 10,9 triliun rupiah (USD 785 million) dan kapasitas produksi 240.000 ton per tahun. Pabrik baru ini secara strategis mendukung pengembangan industri tekstil Indonesia sambil mengurangi ketergantungan bangsa pada bahan katun dan rayon impor.

Ministers Visit to APR

Mendukung Industri Tekstil Indonesia dan Produksi Tekstil Global
Menteri Hartarto mengakui investasi dan komitmen kelompok terhadap sasaran jangka panjang pemerintah untuk menjadikan Indonesia sebagai pesaing utama dalam industri tekstil global. Pembangunan fasilitas akan berpotensi meningkatkan GDP Provinsi Riau dari sektor non-migas hingga 1,49%, sementara operasi akan meningkatkan bisnis pendukung di berbagai sektor yang melibatkan APR. Dengan meningkatkan produksi domestik rayon fibre, APR mendukung perekonomian nasional dan mengurangi kebutuhan impor bahan baku, yang pada gilirannya mengurangi jejak karbon Indonesia dari lintas batas emisi transportasi. Bersama-sama, manfaat yang berbeda ini akan membantu meningkatkan daya saing Indonesia dalam skala global, baik dalam produksi tekstil dan pembangunan berkelanjutan.

Produksi Bertanggung Jawab untuk Pembangunan Berkelanjutan
Rayon fibre berasal dari vegetasi alami dan membutuhkan lebih sedikit air dan intensitas energi untuk memproduksi dibandingkan cotton fibre tradisional. Semua produksi pabrik akan 100% berasal dari pasokan perkebunan yang dapat diperbarui dan telah disertifikasi secara internasional dan nasional. Secara keseluruhan, fasilitas ini akan menjadi tambahan positif bagi upaya pembangunan berkelanjutan Indonesia yang berkembang, berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi sambil menjaga masalah lingkungan dan sosial sebagai inti dari operasinya.

Komunitas pada Intinya
Direktur APR, Thomas Handoko, menyatakan optimisme untuk pabrik rayon terintegrasi terbesar di Indonesia yang akan membawa manfaat ekonomi dan sosial yang positif bagi masyarakat di sekitarnya. Selain mendukung pengembangan bisnis, pabrik APR akan menghasilkan lebih dari 5.000 kesempatan kerja dalam fase konstruksi dan operasi, memenuhi permintaan domestik. Selama 10 tahun ke depan, APR bertujuan untuk menjadi katalis dalam mengubah Pangkalan Kerinci menjadi pusat tekstil dan membangun industri tekstil yang hidup di provinsi Riau.

Melihat ke Depan
Fibre APR akan digunakan dalam berbagai produk di berbagai industri, seperti alas tidur, pakaian, handuk, tisu basah untuk bayi, masker, dan banyak produk kebersihan pribadi lainnya. Operasi diharapkan akan dimulai pada Q3 2018.