APR Berkolaborasi dengan ZDHC untuk Memajukan Produksi Viscose yang Bertanggung Jawab

Kolaborasi merupakan salah satu dari bagian inti pada visi Asia Pacific Rayon (APR) untuk mewujudkan partisipasi kolektif untuk membuat dunia menjadi lebih baik.

APR bergabung dalam upaya kolaboratif bersama ZDHC pada tahun 2019, hanya beberapa bulan setelah memulai operasinya di pabrik serat staple viskosa atau viscose staple fiber (VSF) yang terintegrasi secara vertikal yang berbasis di Indonesia. ZDHC bekerja sama dengan brand, mitra rantai pasokan, dan rekanan yang berkomitmen untuk menghilangkan zat berbahaya dari produksi alas kaki, tekstil, dan pakaian jadi.

“Kami berkomitmen untuk praktik terbaik termasuk pada pengelolaan bahan kimia. Itulah sebabnya kami bergabung dengan ZDHC dan mengadopsi pedoman MMCF dan kerangka kerja CMS untuk implementasi. Tujuan kami adalah untuk menghilangkan penggunaan dan pembuangan zat berbahaya dan terlarang yang disengaja di seluruh rantai nilai kami,” kata Susan Slabbert, Sustainability Specialist APR.

Sebagai produsen VSF yang berkomitmen dan bertanggung jawab, APR berpartisipasi dalam uji coba air limbah yang membentuk pedoman air limbah Man-Made Cellulosic Fibers (MMCF) yang ditugaskan oleh ZDHC.

Pedoman ini dirilis pada awal tahun 2020, bersama dengan Pedoman Produksi Serat Bertanggung Jawab MMCF dan Emisi Udara Interim ZHDC.

Di APR, pengelolaan air limbah adalah aspek material utama dari produksi VSF yang berkelanjutan, dan kami telah menetapkan target yang sangat ketat berdasarkan pedoman ini.

Lebih lanjut, APR segera membuat komitmen publik untuk mematuhi aspek ini dalam Kebijakan Manufaktur Bersih APR dan, yang terpenting, mengadopsi semua Pedoman MMCF dalam praktiknya.

APR melihat peluang ini sebagai bagian dari perbaikan terus-menerus untuk meningkatkan setiap aspek proses pemulihan menuju produksi loop tertutup dan memastikan bahwa perusahaan berkinerja di kuartil teratas standar industri yang ada.

Manufaktur bersih telah menjadi prioritas sejak APR mulai beroperasi pada 2019.

Terlepas dari beberapa tantangan dalam proses kerjasama dengan ZDHC ini, seperti lokasi laboratorium APR yang berada jauh di Pangkalan Kerinci, Sumatera, ditambah dengan adanya situasi global yang sulit, APR tetap membuktikan komitmennya dengan menyelesaikan dua putaran pengujian air limbah yang diperlukan untuk diserahkan ke ZDHC Gateway.

Saat ini, semua parameter memenuhi Tingkat Dasar dan lebih dari 75% mencapai Tingkat Aspirasi, APR bercita-cita untuk dapat sepenuhnya memenuhi Tingkat Aspirasi untuk semua parameter pada tahun 2025.

APR juga telah berhasil menerapkan semua rencana pemantauan lainnya dalam Pedoman Emisi Udara dan Produksi Serat Bertanggung Jawab ZDHC.

Di APR, emisi senyawa Sulfur ke udara terus dipantau, dan target ditetapkan berdasarkan EU BAT Polymer BREF dan Interim Air Emissions Guidelines.

“Melalui keterlibatan kolaboratif dengan pemangku kepentingan internal dan eksternal dan melalui peningkatan berkelanjutan, perusahaan kami dapat meningkatkan efisiensi operasi dan rekayasa proses kami,” kata Slabbert.

###


Artikel Terkait

APR Gelar Pelatihan bagi Pembatik Lokal

Asia Pacific Rayon (APR) memberikan pelatihan kepada para pembuat batik lokal di Indonesia untuk membantu mereka meningkatkan pendapatan dan menjaga […]

APR Merayakan Satu Tahun Operasi

Setahun yang lalu, tepatnya pada 1 Desember 2018, Asia Pacific Rayon (APR) memproduksi bal viskosa pertamanya di pabrik yang beroperasi […]

Bagaimana APR? – TrusTrace Menjadi Future-ready Menggunakan Keterlacakan?

Pasokan rantai di industri fashion sering kali kompleks, dengan banyak merk yang memiliki sedikit visibilitas di luar tingkat satu dan […]