Ilmuwan Wanita APR dan Kesempatan Berkarier Bagi Generasi Muda

Dalam memperingati hari Ilmuwan Wanita Sedunia yang jatuh pada tanggal 11 Februari, kami berbincang dengan dua ilmuwan wanita di Asia Pacific Rayon (APR), Novita dan Rita Metalia.

Keduanya telah berhasil meraih gelar Sarjana Teknik Kimia dan sedang membangun karier dalam bidang STEM (Science, Technology, Engineer, Math) di APR.

Kesetaraan gender merupakan salah satu poin dalam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) Tujuan nomor 5 yang menjadi fokus APR untuk menciptakan peluang yang lebih baik bagi setiap orang.

Bahkan, mengutip dari survei terkait status perempuan dalam STEM, hanya 28% perempuan yang terjun dalam bidang STEM secara global.

Laporan Sains yang diterbitkan oleh UNESCO pun mencantumkan hanya ada 33% peneliti perempuan dalam ranah global. Dalam kesempatan ini, Novita dan Rita Metalia akan berbagi kisah mereka terkait profesi sebagai ilmuwan wanita dan kesempatan berkair dalam bidang sains di APR.

Novita: Process Engineer

international day of women and girl in science

Novita menjabat sebagai Senior Process Engineer di APR. Ia adalah salah satu sosok yang berperan dalam mewujudkan produksi viscose berkelanjutan di APR, dari perkebunan hingga menjadi fesyen.Berlatar belakang pendidikan Teknik Kimia, Novita selalu bekerja keras untuk mematahkan stereotip terkait keterlibatan perempuan dalam dunia sains.Ia menyadari bahwa perempuan yang memilih terjun ke bidang sains masih belum mendapatkan pengakuan dan penghargaan yang semestinya.

“Saya selalu mengagumi para ilmuwan wanita. Mulai dari Marie Curie, Katherine Johnson, Elizabeth Backwell, hingga Jane Goodall. Mereka adalah sosok-sosok tersembunyi yang hasil kerja kerasnya telah mengubah dunia,” ungkapnya bersemangat.

“Hal inilah yang memotivasi saya untuk menjadi seorang ilmuwan wanita selama lima tahun terakhir,” tambahnya.

Sebelum bekerja di APR, Novita juga seorang ilmuwan dan peneliti di PT RAPP, perusahaan seinduk APR. Wanita berusia 27 tahun ini kemudian meneruskan karier di APR semenjak persiapan peluncuran pertama APR pada tahun 2017.

“Kala itu saya bertanggung jawab mengurus on the job training (OJT) yang merupakan kolaborasi antara APRIL Learning Institute (ALI) dan Sateri JiangXi, salah satu perusahaan seinduk APR di bawah Grup RGE, di Jiujiang, Republik Rakyat Tiongkok. Saya harus tinggal di sana selama pelatihan. Itu pertama kalinya saya tinggal di luar negeri,” kenang Novita seraya tersenyum.

Hingga saat ini pun, sebagai seorang Senior Process Engineer, Novita masih meluangkan waktu untuk lebih dalam mempelajari piping and instrumentation (P&ID) dalam produksi viscose. Targetnya adalah untuk dapat diberikan tanggung jawab atas seluruh proses produksi viscose pada pertengahan tahun ini.

“Saya rasa memiliki kebulatan tekad dan target yang ambisius adalah salah satu kunci untuk dapat unggul dalam bidang sains yang didominasi pria. Terlebih ketika bekerja di APR yang memberikan peluang terbuka bagi siapa saja untuk meniti karier jangka panjang selama orang tersebut mau keluar dari zona nyaman,” terangnya.

Salah satu tantangan yang paling signifikan bagi Novita dan tiga ilmuwan wanita lainnya yang bekerja di departemen yang sama adalah perihal stamina.

“Secara fisik, tentu saja stamina pria lebih unggul dari wanita. Saya menyiasati hal ini dengan menerapkan keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi. Dengan strategi ini, saya yakin tubuh dan mental saya akan selalu siap untuk menyelesaikan tugas di lapangan,” lanjutnya bersemangat.

Novita terus berusaha untuk mendorong dirinya sendiri, dan saat ini bertanggung jawab untuk mendukung peningkatan efisiensi produksi dan proses di pabrik APR.

“Ini sama sekali bukan tugas yang sederhana. Namun saya memilih untuk melihat setiap tantangan sebagai kesempatan untuk melangkah lebih jauh,” kata Novita.

Rita Metalia: DCS Operator

STEM science, tech, engineering and math

Sebagai salah satu produsen serat visose terbesar di Indonesia, hampir seluruh proses produksi menggunakan sistem terkomputasi di APR. Pekerjaan Rita sehari-hari melingkupi pemantauan dan kontrol terhadap sistem canggih ini di Departemen Kimia. Perjalanannya di APR dimulai pada tahun 2017, selepas ia lulus dari Jurusan Teknik Kimia di Universitas Sriwijaya, Palembang, Sumatra Selatan.

“Sejak kecil, saya selalu menyenangi pelajaran sains dan matematika. Saya memang bercita-cita menjadi kimiawan,” ungkap Rita sambil tersenyum.

Itulah mengapa ketika ditawari kesempatan sebagai Engineer Trainee di APR, Rita menyetujui tanpa pikir panjang. Namun sebelum ia dapat bergabung dalam proyek persiapan peluncuran APR, Rita harus mengikuti serangkaian pelatihan di APRIL Learning Institute (ALI) terlebih dahulu.

“Di sana, saya belajar seluruh aspek terkait produksi viscose,” Rita menjelaskan.

Setelah sebulan pelatihan, Rita kemudian ditempatkan di Departemen Wet Sulfurcic Acid (WSA) Plant dan mulai memiliki andil dalam peluncuran APR.

“Barulah di tahun 2018, saya menjabat sebagai DSC Operator, di mana saya jatuh hati terhadap pekerjaan ini, lingkungan kerjanya, serta rekan-rekan kerja yang suportif,” ujarnya.

Bagi Rita, perjalanan panjang untuk sampai pada posisinya sekarang ini begitu berharga. Ia adalah satu dari lima DSC Operator wanita di Departemen Kimia APR yang bekerja sama dengan tujuh DSC Operator pria.

“Bekerja di lingkungan yang didominasi pria, saya justru melihat hal ini sebagai kesempatan untuk mengembangkan skill logical thinking, bukan sebagai hambatan berkarier,” terangnya.

“Tentu saja, ketika menghadapi tantangan untuk memimpin, saya akan bekerja lebih keras untuk menunjukkan bahwa perempuan juga dapat menjadi pemimpin,” wanita 25 tahun ini lanjut bercerita dengan penuh semangat.

Sebagai seorang ilmuwan wanita, tak jarang ia menghadapi anggapan miring dari orang-orang yang meragukan kemampuannya. Namun, Rita tahu betul ia dapat menangkal keraguan orang-orang dengan selalu melakukan yang terbaik.

“Bagi saya, profesionalisme bukanlah tentang gender. Profesionalisme adalah tentang pembuktian bahwa kualitas kerja saya dapat lebih baik dari teman-teman seprofesi,” pungkas Rita.

Di APR, kami mendukung perempuan dalam STEM dengan menyediakan ruang yang layak untuk didapatkan perempuan dalam membangun karier. Seluruh dunia harus mulai memandang kesetaraan gender sebagai hal penting dalam mendukung teknologi dan sains untuk membuat dunia menjadi lebih baik.

Selamat Hari Ilmuwan Wanita Dunia!

###


Artikel Terkait

Karyawan Asia Pacific Rayon Beraksi pada kegiatan Founder’s Day RGE 2019

Karyawan Asia Pacific Rayon menghadiri acara Founder’s Day RGE di Pangkalan Kerinci, provinsi Riau, Indonesia. Acara yang diselenggarakan selama 2 […]

APR Mengatur Gathering Celebrating ‘The Journey from Sustainable Fibre to Fashion’

APR menyelenggarakan pertemuan roundtable dengan 45 perwakilan dari industri fesyen Indonesia merayakan perjalanan dari sustainable fibre ke dalam fesyen.

Lean Manufacturing di APR dan Kisah Bintoro Tingkatkan 6S

Sebagai perusahaan yang memproduksi produk rayon viskosa terbaik secara berkelanjutan, lean manufacturing merupakan sebuah konsep yang penting bagi Asia Pacific […]