APR Inisiasi Pencegahan Stunting Lewat Pos Pemantauan Gizi

Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak yang ditandai dengan perawakan yang lebih pendek dari anak-anak sebayanya dan perkembangan otak yang lambat. Stunting disebabkan oleh kekurangan gizi kronis sejak anak dalam kandungan hingga 1,000 hari kehidupannya.

Stunting juga dapat menyebabkan masalah kesehatan jangka panjang, seiring anak tumbuh dewasa, seperti IQ rendah dan risiko mengidap diabetes hingga kanker.

Pencegahan stunting di Indonesia merupakan salah satu program prioritas pemerintah. Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak yang ditandai dengan tinggi badan anak di bawah rata-rata untuk usianya.

Semenjak tahun 2019, Asia Pacific Rayon (APR) telah bekerja sama dengan Posyandu Ceria, Puskesmas Berseri, dan Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Pangkalan Kerinci dalam berbagai program pencegahan stunting di Pangkalan Kerinci, Riau, yang terbaru adalah pengadaan 16 Pos Pemantauan Gizi.

Pos Pemantauan Gizi yang mulai beroperasi pada Agustus 2020 ini merupakan salah satu strategi perusahaan dalam menurunkan angka stunting, melalui pembinaan dan pemantauan gizi secara langsung di masyarakat.

stunting prevention part of apr community development program

Binahidra Logiardi, Community Development Manager APR menjelaskan, melalui program ini perusahaan bergerak sebagai mitra pemerintah dalam upaya menurunkan angka stunting sekaligus pencegahan stunting pada anak di Pangkalan Kerinci.

Binahidra menjelaskan, salah satu masalah kekurangan gizi yang masih terjadi di Indonesia adalah masalah berat badan rendah (underweight) dan berat badan sangat kurang (severely underweight). Itulah mengapa orang tua dihimbau untuk turut memantau perkembangan anaknya di Pos Pemantauan Gizi.

Terdapat tiga ahli gizi yang akan melakukan pemantauan dan memberikan edukasi kepada para orang tua di tiap Pos Pemantauan Gizi. Di sini, orang tua akan mengikuti kelas khusus berisi penyuluhan untuk meningkatkan pemahaman terkait pentingnya asupan gizi seimbang, dibimbing oleh ahli gizi dari Puskesmas.

Kelas khusus tersebut dimulai dengan melakukan pre-test tertulis terkait pengetahuan gizi Ibu, dilanjutkan dengan demo memasak variasi menu bergizi untuk buah hati yang dipandu oleh ahli gizi, kemudian diakhiri dengan post-test untuk mengukur hasil dari penyuluhan yang telah diberikan.

Sekretaris PKK Kelurahan Pangkalan Kerinci Timur, Ida, mengatakan dengan adanya kelas ini pihaknya lebih mudah untuk mengajak ibu-ibu agar lebih memerhatikan asupan gizi yang dikonsumsi oleh bayi dan balita. Termasuk juga asupan gizi yang seimbang bagi ibu hamil.

“Salah satu penyebab stunting adalah pola makan yang kurang bergizi. Tidak hanya pada anak, kami juga menyarankan agar ibu hamil mengonsumsi makanan bergizi, sehingga saat anak masih berada di dalam kandungan, sudah mendapat asupan gizi seimbang,” Ida menjelaskan.

Salah satu partisipan di Pos Pemantauan Gizi adalah Ria, ibu dua anak ini mengungkapkan bahwa kelas yang ia ikuti semakin menambah wawasannya dalam memantau perkembangan anak dan membuatnya lebih mengerti tentang pentingnya peningkatan asupan gizi anak.

“Saya baru pertama kali mengikuti kelas gizi seperti ini, banyak ilmu yang saya dapat, terutama mengenai cara memilih bahan dan membuat makanan yang bergizi. Sangat penting untuk perbaikan gizi anak saya,” ujar Ria.

Nutrition Monitoring Posts to Prevent Stunting

Selain sosialisasi perbaikan gizi berbasis bahan makanan lokal bagi balita usia 24 hingga 59 bulan, APR juga memberikan bantuan paket gizi tambahan untuk bayi dan anak yang berupa susu dan biskuit yang didistribusikan melalui kader-kader Posyandu.

Program pencegahan dan penanganan stunting ini sudah dijalankan sejak tahun 2019 oleh APR bersama dengan PT RAPP, perusahaan yang berlokasi berdekatan dengan APR. Program ini dijalankan di posyandu-posyandu yang berada di sekitar operasional perusahaan. Hingga saat ini, tercatat ada 31 posyandu yang digandeng Pengembangan Masyarakat APR dalam menjalankan programnya.

Di APR, perusahaan terus berkomitmen untuk merangkul masyarakat dan membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui tiga pilar pendekatan yakni pendidikan, pemberdayaan perempuan, serta kesehatan ibu dan anak usia dini.


Artikel Terkait

Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Menghasilkan Masker Kain Ramah Lingkungan Menggunakan APR Viscose

Pandemi Covid-19 telah menyebabkan penurunan ekonomi secara global, dimana perusahaan-perusahaan harus merespon serta beradaptasi dengan keadaan new-normal untuk dapat terus […]

Merayakan Hari Perempuan Internasional 2020 dan Perempuan dalam Sains

Anak Perempuan dalam Sains, yang dirayakan setiap tahun pada tanggal 11 Februari, mengakui peran penting yang dimainkan perempuan dalam sains […]

APR Berkomitmen Meningkatkan Standar Manufaktur Bersih

Sejak awal beroperasi di bulan Desember 2018, APR berkomitmen untuk menjadi penghasil serat staple viskosa yang bersih dan bertanggung jawab. […]