Asia Pacific Rayon Dukung Rumah Pangan Lestari Bagi Masyarakat Kerinci

Asia Pacific Rayon (APR) secara aktif mendukung program Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL), skema yang dicanangkan pemerintah untuk mendorong produksi pangan mandiri oleh keluarga-keluarga di pedesaan yang pada akhirnya akan membantu meningkatkan pendapatan keluarga.

Program KRPL adalah pemanfaatan setiap jengkal lahan, termasuk lahan terbengkalai yang tidak digunakan di pekarangan rumah, sebagai lahan penghasil pangan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi keluarga, khususnya yang berada di pedesaan.

Sebagai bentuk dukungan terhadap program ini, APR menyelenggarakan berbagai kegiatan dengan menggandeng Puskesmas atau Posyandu setempat yang fokus kepada program upaya peningkatan gizi keluarga demi mencegah stunting pada anak.

Langkah pertama telah dilakukan pada Desember 2019 melalui pelatihan 93 petugas Puskesmas. Para petugas Puskesmas tersebut mendapat pelatihan terkait sumber pangan lokal sebagai asupan sehari-hari yang kaya nutrisi bagi Ibu dan anak.

RPL dan program asupan nutrisi dari panganan lokal memberikan rekomendasi kepada para Ibu untuk memiliki perkebunan sendiri di halaman rumah mereka. Hasil panen dari perkebunan pribadi tersebut dapat digunakan sebagai asupan bernutrisi bagi keluarga.

Menurut Koordinator Pengembangan Masyarakat di APR, Binahidra Logiardi, “Selain diajarkan membuat lahan petak untuk tanaman sayuran, Koordinator Penjangkauan Kesehatan Posyandu juga diajarkan untuk menanam berbagai macam tanaman, menumbuhkembangkan, dan juga diperkenalkan kepada berbagai jenis tanaman sayuran dan buah-buahan, juga jenis pangan yang merupakan sumber protein. Contohnya, sumber karbohidrat berasal dari ubi-ubian, jagung, singkong, tanaman buah dan sayuran seperti daun salam, sawi hijau, sementara sumber protein berasal dari ikan, ayam, dan bebek.”

Asia pacific rayon community development program

“Kegiatan ini adalah perpanjangan dari Program Jangkauan Kesehatan Masyarakat yang bertujuan melengkapi pengetahuan dan kemampuan keluarga agar mampu memberikan asupan nutrisi seimbang bagi seluruh anggota keluarganya dari pemanfaatan pekarangan. Sisa hasil panennya bisa dijual atau diolah menjadi produk lain,” Binahidra menambahkan.

RPL telah diimplementasikan di Puskesmas yang berada di dua kecamatan di Pangkalan Kerinci, Riau. Penerima manfaat utama dari program ini adalah keluarga dengan pendapatan menengah ke bawah yang kerap kali menghadapi masalah kurang gizi, dengan perhatian khusus pada calon Ibu dan anak-anak di bawah umur enam tahun.

Tujuan APR adalah mengembangkan lebih banyak langkah positif seperti program kampung gizi di mana seluruh masyarakat desa mendapatkan manfaat dari tingginya kesadaran terkait nutrisi keluarga.

 

Baca juga

Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Menghasilkan Masker Kain Ramah Lingkungan Menggunakan APR Viscose


Artikel Terkait

APR Mendukung Desainer Muda di MUFFEST 2020

Perancang busana muda di Indonesia kembali diberi kesempatan untuk memamerkan desain mereka di panggung peragaan busana di Muslim Fashion Festival […]

APR menjamu menteri perindustrian indonesia di Area Konstruksi

Menteri Perindustrian Indonesia, Ir. Airlangga Hartarto, MBA, MTT, mengunjungi Pangkalan Kerinci, Provinsi Riau, pada 21 Januari 2018 untuk melihat kemajuan pabrik baru Asia Pacific Rayon (APR).

Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Menghasilkan Masker Kain Ramah Lingkungan Menggunakan APR Viscose

Pandemi Covid-19 telah menyebabkan penurunan ekonomi secara global, dimana perusahaan-perusahaan harus merespon serta beradaptasi dengan keadaan new-normal untuk dapat terus […]