Mengarungi Siklus Biologis – Bagaimana Serat Hutan dapat Mendorong Ekonomi Sirkular

OIeh Ken Hickson
Published by PEFC on Eco-Business

Kadang orang berpikir hidup kita hanya berputar-putar di tempat saja, memang benar! Apa yang dapat membuat masa depan dapat terus berjalan aman bagi planet dan manusia? Semua materi yang memiliki masa depan. Yang tidak terbuang sia-sia. Contohnya, serat dari hutan.

the future of sustainable fashion

Pohon tidak hanya tumbuh dengan baik di alam, mereka juga berperan sebagai penyerap karbon. Itu berarti mereka menyimpan karbon. Pohon membuat agar CO2 tidak menyumbat atmosfer dan memperparah pemanasan global.

Lautan pun berperan seperti itu, selama kita menjaganya dari polusi plastik.

Hutan dan pohon, bila dikelola secara berkelanjutan, menurut Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO), memberikan kontribusi penting baik bagi manusia maupun bagi planet ini, memperkuat mata pencaharian, menyediakan udara dan air bersih, melestarikan keanekaragaman hayati, dan mengendalikan perubahan iklim

Kita juga harus benar-benar paham bahwa kebanyakan pohon ditanam untuk suatu tujuan. Jutaan hektar pohon di seluruh dunia berada di perkebunan, yang sebagian besar berada di bawah aturan Pengelolaan Hutan Berkelanjutan (SFM). PEFC, misalnya, telah mensertifikasi lebih dari 330 juta hektar hutan.

Bahkan ketika kita menebang pohon untuk memanfaatkan kayunya, kita masih mempertahankan keutuhan karbon. Kecuali jika kita membakar kayunya.

Namun, jika kita menggunakan kayu untuk furnitur atau membangun rumah, kita tetap mempertahankan kebaikannya.

Kita juga bisa mengambil serat di dalam kayu dan mengubahnya menjadi kertas untuk dicetak. Atau bisa juga menjadi karya seni.

Serat kayu juga bisa menjadi bahan kemasan. Atau kita bisa mengubah serat yang sama menjadi tekstil, untuk pakaian atau untuk perabotan.

Hal baik tentang serat hutan adalah bahwa serat ini dapat didaur ulang dan digunakan kembali. Bukan tanpa henti, kertas bisa didaur ulang hingga enam sampai delapan kali tergantung bagaimana kita berniat untuk menggunakannya kembali.

Hal ini juga dapat dikombinasikan dengan pulp dan kertas “perawan” untuk digunakan lagi dan lagi. Jadi kertas – serat dari hutan – memiliki kualitas yang tahan lama.

Selama tidak dibakar, serat tidak akan membahayakan.

Kita bisa menguburnya dengan aman dan serat akan tetap baik untuk bumi. Tetapi kita juga dapat terus menggabungkannya dengan bahan lain – daur ulang atau perawan – untuk mengubahnya menjadi bahan kemasan atau untuk insulasi bangunan atau bahkan diubah menjadi papan serat atau untuk lantai.

Jadi, serat dari hutan – baik sebagai kayu, kertas, bahan kemasan atau tekstil – tidak pernah terbuang percuma.

Oleh karena itu, ini adalah salah satu bahan baku terbaik untuk digunakan jika kita ingin berkontribusi pada ekonomi sirkular. Selama itu bersumber secara bertanggung jawab dan rantai pasokan dikelola secara berkelanjutan. Di situlah Sustainable Forest Management (SFM) masuk, disertai dengan mengukur serta mengelola Chain of Custody untuk pasokan kayu jangka panjang.

Beberapa orang mungkin berpikir ini terdengar aneh. Memilih bahan berbasis hutan berarti menebang pohon untuk membuat produk. Bagaimana ini bisa melindungi hutan?

Tentu saja, kita dapat – dan harus – melindungi hutan alam kita dan menghentikan deforestasi yang berbahaya. Tapi ketika pohon ditanam dan dipelihara untuk dipanen, itulah yang dinamakan kehutanan dengan suatu tujuan.

Ketika kita membeli hasil hutan, seperti kayu dan kertas, kita memberikan nilai bagi hutan. Kita menciptakan permintaan, dan memberikan insentif keuangan untuk menjaga hutan sebagai sumber serat yang sangat berguna.

Mari kita pertimbangkan beberapa contoh bagaimana kita dapat memanfaatkan serat hutan dengan sebaik-baiknya. Untuk manusia, planet dan profit. Seperti konsep yang dikemukakan oleh John Elkington, the triple bottom line.

Bagaimana jika mengganti kemasan plastik dengan serat kayu?

Jaakko Kaminen memilih kayu sebagai bahan dasar kemasan baru yang lebih ramah lingkungan, karena hutan Finlandia memiliki persediaan kayu yang cukup banyak.

Dia menjelaskan bahwa karena hutan juga bertindak sebagai penyerap karbon, dan hutan yang terpelihara dengan baik merupakan sumber daya alam terbarukan yang penting, perusahaannya bekerja sama dengan laboratorium penelitian VTT untuk menghasilkan produk pengganti plastik transparan yang sesuai.

Mereka menghadirkan “Woodly”, bahan berbasis selulosa bening yang mirip dengan plastik berbasis minyak tradisional. Bahan ini dapat digunakan untuk membuat berbagai solusi pengemasan yang meniru sifat terbaik plastik.

Contoh lainnya dari Eropa.

Serat segar yang digunakan Metsä Board untuk membuat kertas karton adalah bahan baku premium. Bahan ini terbarukan, sangat fungsional, ringan dan kuat, di sisi lain juga murni, alami dan aman sehingga ideal untuk penggunaan barang jadi, termasuk kemasan makanan.

Serat segar juga dibutuhkan untuk menjaga pasokan serat. Suatu serat tidak dapat didaur ulang terus-menerus, karena serat secara bertahap menjadi lebih pendek dan lebih lemah, kehilangan sifat baiknya. Jika tak ada serat segar yang tersirkulasi, akan mengakibatkan langkanya serat daur ulang.

Metsa mengatakan bahwa semua serat kayu yang digunakannya berasal dari pabrik pulp-nya sendiri atau dari pabrik perusahaan Mets Fibre yang terkait.

Kemudian kita bisa melihat apa yang dilakukan Asia Pacific Rayon (APR) di Indonesia, sebagai produsen viscose rayon terintegrasi pertama di Asia. Dari penanaman pohon hingga menjadi serat viscose.

APR memproduksi rayon viscose yang dapat terurai kembali di alam, yang digunakan dalam produk tekstil dari pulp alami yang berasal dari kayu:

  • Serat alami dalam rayon viscose bersumber dari perkebunan terbarukan yang dikelola secara berkelanjutan. Sinar matahari yang melimpah dan hujan di iklim khatulistiwa cukup untuk menghasilkan tingkat pertumbuhan yang mengesankan, yang berarti pohon-pohon yang dibudidayakan ini dapat dipanen dalam waktu lima tahun.
  • Teknologi yang telah teruji dalam chemical recovery membantu dalam menangkap dan menggunakan kembali bahan kimia dan energi (yang akan digunakan untuk produksi uap) yang digunakan dalam proses manufaktur viscose. Di APR, kami memulihkan sebanyak 90% bahan kimia yang digunakan dalam produksi viscose. Listrik yang digunakan untuk memberi daya pada lini produksi terintegrasi dihasilkan oleh energi biomassa terbarukan, yang memaksimalkan efisiensi energi di seluruh proses pabrik. Dengan menggunakan 100% biomassa terbarukan, APR mampu secara drastis mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.

Proses ini menggambarkan bagaimana serat hutan bekerja untuk ekonomi sirkular.

circular economy in fashion industry

Bahan yang cocok untuk siklus biologis – untuk ekonomi sirkular – dirancang untuk kembali ke lingkungan selama atau setelah fase penggunaannya. Kayu, serat dan kertas adalah contoh bahan biologis.

Sangat penting untuk mempertimbangkan dari mana bahan itu berasal, atau bagaimana sumbernya dikelola. Dikarenakan adanya kemungkinan dampak negatif terhadap lingkungan dan masyarakat lokal dari ekstraksi bahan mentah, pemilihan bahan baku dari hutan yang dikelola secara lestari yang didaur ulang, digunakan kembali, atau bersertifikat sangat ideal karena menghindari dampak tersebut.

Jadi, jika kita memastikan sisi sumber dan pemasok kertas dan serat dari hutan dikelola selestari mungkin, bagaimana halnya dengan proses produksi serat hutan itu menjadi kertas untuk percetakan dan pengemasan? Banyak yang berpikir proses tersebut pastilah memakan banyak energi.

Itu adalah mitos yang dikaitkan dengan industri cetak dan kertas, menurut Two Sides. Faktanya adalah bahwa industri pulp, kertas, dan percetakan adalah salah satu sektor terdepan dalam hal energi terbarukan dan mitigasi dampak karbon.

Industri ini memiliki komitmen yang terbukti mengedepankan efisiensi energi dan di Eropa, misalnya, industri ini adalah salah satu pengguna terbesar energi terbarukan.

Fakta ini membantu menjelaskan mengapa sektor ini bertanggung jawab atas emisi gas rumah kaca yang relatif rendah, yaitu 0,8% saja di seantero Eropa.

Ketika Ben Gunneberg dari PEFC berbicara di Sustainability in Packaging Asia tahun ini, dalam sesi tentang ‘Lanskap Peraturan dan Inisiatif untuk Pengemasan Sirkular’, dia menegaskan bahwa pemangku kepentingan kertas dan pengemasan harus menyadari bahwa mereka memiliki tanggung jawab untuk meningkatkan kredensial lingkungan mereka. Dampak dari bahan kemasan harus dipertimbangkan dalam tahap perancangan di mana pendekatan DO-NO-HARM dapat diadopsi.

“Dengan hanya memilih bahan yang aman dan mengandung nilai ekonomi sirkular,” katanya, “produsen dapat memastikan bahwa produk lebih aman bagi manusia dan lingkungan, dan bahan yang digunakan untuk membuatnya dapat digunakan kembali tanpa menyebabkan kontaminasi atau masalah pengelolaan limbah.”

Dia menegaskan bahwa “untuk memastikan ketersediaan terus-menerus untuk produksi kertas dan kemasan, selain daur ulang, penting untuk mengelola hutan secara berkelanjutan”.

Sudah banyak diketahui bahwa sertifikasi Pengelolaan Hutan Berkelanjutan (SFM) PEFC memungkinkan pemilik hutan untuk memberikan jaminan bahwa mereka mengelola hutan sesuai dengan kondisi lingkungan, sosial, dan ekonomi – menyeimbangkan manusia, planet, dan profit.

Konsumen dapat dengan mudah mengidentifikasi produk tersebut melalui label PEFC, yang secara eksklusif tersedia untuk produk yang berasal dari hutan yang sehat dan bersertifikat.

Jadi, kita sudah sampai pada lingkaran penuh. Serat hutan adalah salah satu bahan baku terbaik di dunia yang memberikan kontribusi nyata bagi ekonomi sirkular.

Selama kita dapat mengatakan – dan menunjukkan – bahwa suatu bahan bersumber secara bertanggung jawab dan rantai pasokannya dikelola secara berkelanjutan, kami juga dapat menempatkan serat hutan di urutan teratas dalam daftar kemampuan daur ulang dan daya tahannya.

Usaha ini tidak akan pernah sia-sia. Sama seperti di alam, di mana tidak ada yang sia-sia.

Kita dapat memastikan bahwa di dunia komersial – dalam ekonomi sirkular – kita mengikuti contoh alam dan turut mengarungi siklus biologis.

###


Artikel Terkait

APR Mendistribusikan Sembako kepada Masyarakat di Pangkalan Kerinci

PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) dan Asia Pacific Rayon (APR) terus membantu masyarakat yang terkena dampak oleh Covid-19 […]

APR Inisiasi Pencegahan Stunting Lewat Pos Pemantauan Gizi

Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak yang ditandai dengan perawakan yang lebih pendek dari anak-anak sebayanya dan perkembangan otak […]

Persiapan Masuk Sekolah, APR Donasikan 1.367 Seragam Viscose

Tahun 2021 membawa banyak harapan baru yang lebih positif untuk memperbaiki banyak hal yang sempat tertunda karena pandemi hampir sepanjang […]