Peserta ASPiRE Dalami Sustainability Produksi Rayon Viskosa di APR

Brett Chun Hao Yang, tidak pernah menyangka sebelumnya bahwa pendidikan yang ditempuhnya di jurusan Teknik Kimia di Universitas California akan menuntunnya bekerja di Departemen Sustainability. Ia bahkan berkesempatan menambah pengalaman di salah satu perusahaan penghasil rayon terbesar di Asia Tenggara yang bertempat di Riau, Indonesia.

Pemuda berusia 28 tahun yang akrab disapa Brett ini adalah seorang ASPiRANT, julukan yang disematkan bagi peserta program ASPiRE (APRIL Sustainability Professional Readiness) yang diinisiasi oleh Grup APRIL.

ASPiRE Program - APR

Brett Chun Hao Yang, peserta ASPiRE grup ke-dua

ASPiRE sendiri merupakan program akselerasi selama 18 bulan yang dirancang untuk merekrut dan melatih para individu yang memiliki semangat dan keyakinan akan pentingnya prinsip pembangunan berkelanjutan bagi masa depan.

Setiap peserta akan mengalami rotasi setiap enam bulan sekali di APRIL, maupun di perusahaan seinduknya yakni Asia Pacific Rayon (APR), yang bertempat di kota Pangkalan Kerinci, di mana Brett memulai perjalanannya bersama ASPiRE.

“Saya mengambil studi finansial dan manajemen untuk gelar magister saya di Universitas Loughborough, tidak ada kaitannya dengan sustainability tapi secara personal saya memiliki ketertarikan mendalam terhadap bidang ini,” ungkap Brett.

Menghabiskan banyak waktu sebagai teknisi di bidang manufaktur, Brett melihat besarnya pengaruh yang mampu diciptakan oleh suatu perusahaan terhadap kualitas lingkungan dan masyarakat sekitarnya, hanya dengan menerapkan sistem yang mengusung prinsip pembangunan berkelanjutan.

“Berangkat dari hal tersebut, salah satu tujuan saya adalah untuk mengejar karier di bidang sustainability dan saya sangat beruntung menemukan program ASPiRE ketika sedang cari lowongan kerja , tentu saja saya langsung daftar. Saya rasa saat itu ASPiRE adalah satu-satunya program yang berkaitan dengan sustainability yang sedang membuka pendaftaran,” tambahnya.

“Saya ingin meningkatkan pengetahuan saya mengenai sustainability, melihat langsung bagaimana pengaplikasiannya di dunia nyata dan perubahan apa saja yang dapat diciptakan suatu perusahaan yang berkomitmen dalam mengimplementasikannya,” sambung Brett.
Ketika diterima sebagai salah satu dari dua partisipan yang tersaring untuk mengikuti program ASPiRE 2019, Brett merasa senang namun juga bimbang.

“Saya sama sekali tidak mengetahui apapun tentang Pangkalan Kerinci, tidak punya gambaran bagaimana bekerja di sana. Barulah ketika saya menginjakkan kaki di Riau Kompleks di Pangkalan Kerinci yang didirikan oleh Grup APRIL, saya melihat langsung bahwa kompleks tersebut adalah contoh kota mandiri yang hebat. Di dalamnya tersedia berbagai kebutuhan yang para karyawan butuhkan. Pengalaman saya di sana mengajarkan arti keseimbangan kerja dan kehidupan yang sesungguhnya,” ungkap Brett antusias.

Rotasi pertama Brett dimulai pada bulan November 2019 hingga Mei 2020, ia ditempatkan sebagai bagian dari tim Sustainability dan juga tim CS2 (Karbon Disulfida) di APR.

APR - ASPiRE Development Program

Brett berdiskusi dengan rekan kerja

Dari awal, Brett sudah menyangka bahwa awal perjalanannya di ASPiRE bersama APR akan memberikan proses belajar mendalam yang membuatnya memahami berbagai aspek sustainability dalam suatu bisnis.

“Pekerjaan saya di APR berfokus pada pengembangan tingkat pemulihan kimia untuk proses pembuatan rayon viscose di pabrik kami. Peran saya sebagai tenaga profesional di bidang sustainability adalah untuk menjembatani setiap departemen di APR agar dapat mencapai tingkat pemulihan kimia yang telah ditentukan,” papar Brett.

Brett menambahkan pula bahwa perannya tersebut menuntutnya untuk mampu menolong karyawan operasional agar memahami pentingnya menerapkan prinsip pembangunan berkelanjutan bagi bisnis perusahaan. Bagian menarik lainnya dari pekerjaan Brett adalah ketika ia harus terjun untuk turut mendukung sustainable fashion .

“Menurut saya, sustainable fashion tentulah topik yang sangat penting. Saya harus banyak meneliti tentang ‘fast fashion’ selama masa rotasi saya dan jujur saja, sekarang saya baru paham sebesar apa dampak negatif yang bisa kita timbulkan dari pakaian yang kita pilih,” ungkap Brett.

Brett mengaku tidak pernah menyadari sebelumnya bahwa 10 persen efek gas rumah kaca global berasal dari industri fesyen, yang juga di sisi lain berkontribusi terhadap praktik kekejaman terhadap hewan, pekerja anak, polusi dan masih banyak hal lainnya.

“Hal-hal tersebut adalah fakta yang sering luput kita sadari,” ungkapnya.

Namun baginya, hal terbaik dari ASPiRE adalah kesempatan untuk bekerja menangani isu faktual terkait sustainability, pengalaman yang ia percaya tidak akan didapatkan dari program yang ditawarkan perusahaan lain.

Development Program - APRIL APR

Brett (paling kiri) sedang berdiskusi dengan rekan-rekannya di APR

“Terlebih lagi, saya memiliki mentor yang sangat kredibel dan siap membantu saya menemukan solusi dari berbagai permasalahan, baik profesional maupun personal,” ucap Brett sambil tersenyum, lalu menambahkan

“intinya, saya mendapatkan pelajaran terbaik dari mereka untuk mengoptimalkan kekuatan dalam diri saya, dan saya sangat berterima kasih untuk itu.”

Berakhirnya rotasi di APR juga memberikan kesan mendalam bagi pria bertubuh tegap ini.

“Seluruh tim sustainability mengenakan topi pesta untuk merayakan berakhirnya rotasi saya di APR. Saya akan selalu mengenang saat itu. Saya juga akan selalu ingat bagaimana komunikasi dibangun dengan sangat baik di tim ini, sambil berjuang dan bekerja keras bersama. Itulah gambaran saya mengenai tim sustainability yang akan Anda temui ketika bergabung dalam program ASPiRE,” kenangnya.

Kedepannya, Brett sangat tertarik memahami bagaimana transisi APR untuk mencapai circular economy .

“Tidak akan mudah, namun pasti akan menarik!” seru Brett antusias.

“Sementara, bagi saya sendiri, saya ingin menggunakan kerangka konsep sustainability yang telah saya pelajari di APR untuk terus mengembangkan bisnis ini,” pungkas Brett Yang penuh semangat.

Brett Yang adalah salah seorang partisipan dari Program ASPiRE putaran kedua, Ia menyelesaikan rotasi pertamanya di Asia Pacific Rayon (APR) pada bulan Mei 2020 dan sedang menjalankan rotasi selanjutnya di APRIL.

 

Baca juga
Keselamatan Pekerja adalah Kunci di APR


Artikel Terkait

Orang-orang di Asia Pacific Rayon dan Aspirasi Mereka untuk Indonesia Maju

Hari kemerdekaan tahun ini bertemakan “Indonesia Maju”, berharap untuk menghidupkan kembali api semangat berjuang rakyat Indonesia yang letih dan cemas […]

Everything Indonesia adalah Kunci untuk Menumbuhkan Industri Fesyen Indonesia

APR dengan cepat memiliki reputasi sebagai pemasok terkemuka serat rayon viskosa berkualitas tinggi, yang muncul sebagai pendorong pertumbuhan industri fesyen […]

Apa itu Fashion Berkelanjutan?

Fast fashion telah memberikan begitu banyak pilihan untuk memenuhi selera pasar. Tapi sadarkah bahwa kita membayar mahal untuk hal ini? […]