Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Menghasilkan Masker Kain Ramah Lingkungan Menggunakan APR Viscose

Pandemi Covid-19 telah menyebabkan penurunan ekonomi secara global, dimana perusahaan-perusahaan harus merespon serta beradaptasi dengan keadaan new-normal untuk dapat terus menjalankan bisnis. Di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia, hal ini telah menjadi tantangan, terutama bagi Usaha Kecil dan Menengah (UKM).

Tantangan dapat berubah menjadi peluang dengan pola pikir yang tepat. Hal ini terutama berlaku bagi sekelompok wirausahawan sosial dari dusun Juwono di Mojokerto, Jawa Timur ketika pandemi dan lonjakan permintaan akan masker reusable terbukti menjadi sebuah peluang.

Juwana Juwono, kelompok yang sebagian besar terdiri dari ibu rumah tangga dan pelajar dalam menjalankan usaha kecil dengan gigih untuk memproduksi masker kain yang dapat digunakan kembali dan dipasarkan serta dijual di seluruh Indonesia.

eco-friendly fabric face mask
Masker kain ramah lingkungan oleh Juwana Juwono

Masker kain ramah lingkungan ini dapat digunakan kembali dan menggunakan pewarna alami dari tumbuh-tumbuhan. Dibuat dengan serat alami, rayon viscose diproduksi di Indonesia, dengan bahan yang disponsori oleh Asia Pacific rayon.

Juwana Juwono adalah bagian dari program ‘Rumah Mudah Terampil’ (RMT) yang dijalankan oleh Indonesia Business Links (IBL), bekerjasama dengan Departemen Perindustrian dan Perdagangan Indonesia, Departemen Koperasi dan UKM serta Perkumpulan Warna Alam Indonesia (Warlami).

Menurut Fahmi Tibyan, RMT Associate Program Manager, “RMT didirikan setelah dilakukan serangkaian pemetaan kondisi sosial, ekonomi, dan budaya di desa-desa seperti dusun Juwono. Dengan bantuan IBL, kami mendukung perajin lokal untuk memproduksi masker kain ini secara kreatif dan membantu mereka dalam menemukan sumber pendapatan tambahan di saat ketika banyak bisnis UKM lainnya tengah berjuang.”

Masker yang reusable yang diproduksi oleh Juwana Juwono ini menarik dan sangat laku. “Dikarenakan viscose merupakan bahan yang lembut dan jenis kain ini memiliki sirkulasi udara yang baik, orang yang memakai masker viscose akan merasa nyaman dan sekaligus stylish,” jelas Fahmi.

Dalam hal pewarnaan, para pengrajin RMT diajarkan untuk menggunakan pewarna alam yang berasal dari tanaman sekitar. Terdapat beberapa jenis tanaman yang mampu menghasilkan jenis warna berbeda. Tanaman Indigofera misalnya yang memberikan warna biru, lalu warna merah dari kulit kayu tingi, dan warna kuning yang didapat dari kulit kayu joholawe.


Para ibu rumah tangga dan pelajar di Mojokerto berkumpul untuk memproduksi masker wajah berbahan kain

Kolaborasi APR dengan IBL adalah contoh kolaborasi positif yang mendorong penggunaan produk-produk domestik, hal ini sejalan dengan kampanye ‘Everything Indonesia’ yang ditujukan untuk memajukan industri fesyen Indonesia.

Chrysanti Hasibuan Sedyono, Ketua Dewan Pengurus IBL, mengatakan, “kolaborasi ini merupakan pilot project yang baik yang menampilkan talenta lokal di Mojokerto. Kedepannya, jenis produknya bisa dikembangkan dengan yang tidak musiman (seasonal) misalnya scarf dan lainnya. Semoga program ini juga memberikan inspirasi bagi perusahaan-perusahaan lainnya untuk turut berkolaborasi memajukan UKM lokal dalam rantai pasokan tekstil, “ujar Chrysanti.

Basrie Kamba, Direktur APR, menyatakan apresiasinya atas inisiatif yang ditunjukkan oleh program RMT dan UKM yang berpartisipasi untuk secara kreatif mendukung produksi masker kain ramah lingkungan yang dibutuhkan di seluruh Indonesia.

“Indonesia merupakan rumah bagi bahan baku tekstil yang berkelanjutan, perancang kreatif, dan sumber daya manusia. Dengan sumber daya yang tepat, UKM dapat membantu menggerakkan perekonomian fesyen di dalam negeri, dan mendunia,” ujar Basrie.

Sampai saat ini, Juwana Juwono telah menghasilkan ratusan masker yang dapat digunakan kembali, yang dipasarkan oleh IBL melalui platform media sosial termasuk WhatsApp, Instagram dan Facebook, serta di situs web e-commerce yang telah terjual di seluruh Indonesia.

Baca juga
Kolaborasi APR dan PT Pan Brothers Hasilkan Masker Kain Ramah Lingkungan


Artikel Terkait

APR Mendukung Desainer Muda di MUFFEST 2020

Perancang busana muda di Indonesia kembali diberi kesempatan untuk memamerkan desain mereka di panggung peragaan busana di Muslim Fashion Festival […]

Highlights dari Kuartal Pertama 2019

Kami memiliki kuartal pertama yang sibuk dan asyik tahun ini! Awal kuartal pertama terutama difokuskan pada komisioning pabrik, diikuti oleh […]

Bagaimana APR? – TrusTrace Menjadi Future-ready Menggunakan Keterlacakan?

Pasokan rantai di industri fashion sering kali kompleks, dengan banyak merk yang memiliki sedikit visibilitas di luar tingkat satu dan […]