Keselamatan Pekerja adalah Kunci di APR

Bagi kebanyakan orang yang bekerja di industri manufaktur, menjaga keselamatan di tempat kerja merupakan tugas yang cukup berat dan menantang. Namun, Ajis Ismail telah memasuki tahun ke-26 di bidang ini.

Ajis adalah Pengawas OHS (Occupational Health and Safety) di Asia Pacific Rayon (APR) yang daerah operasionalnya bertempat di Pangkalan Kerinci, Riau, Indonesia.

“Saya sangat menyukai pekerjaan ini karena saya harus menggunakan segenap kemampuan dan ilmu pengetahuan guna mengurangi kecelakaan dan cedera, juga meminimalisir masalah kesehatan di tempat kerja. Ini adalah peran penting yang sangat menentukan keselamatan kerja rekan-rekan,” ungkap Ajis.

Hari-hari Ajis dimulai dari rapat pagi bersama beberapa kepala departemen (Head of Departments) terkait masalah keamanan di area kerja mereka masing-masing. Setelahnya, Ajis akan melakukan pengecekan dan pengawasan untuk memastikan bahwa prosedur keselamatan kerja telah diterapkan di seluruh bagian perusahaan.

occupational health and safety at asia pacific rayon

Pelanggaran apapun, baik itu yang mengancam sistem keamanan kebakaran, sistem pencegahan kecelakaan, pemeliharaan sistem OHS atau yang berkaitan dengan peralatan keselamatan kerja akan langsung ditindaklanjuti.

“APR menerapkan ‘Kartu Disiplin Keselamatan’, jadi setiap orang yang melanggar peraturan keselamatan akan mendapatkan kartu ini dan mendapat konsekuensi dari pelanggaran mereka. Tidak peduli Anda supervisor, bekerja di bagian HOD atau manager sekalipun. Akumulasi pelanggaran akan berujung pada hukuman yang lebih berat lagi, sehingga karyawan benar-benar menghindari kartu tersebut,” terang Ajis.

Karier Ajis di bagian OHS dimulai pada bulan April tahun 1994, ketika ia menjabat sebagai seorang petugas pemadam kebakaran. Delapan tahun kemudian, ia menerima kenaikan jabatan dan menjadi koordinator OHS selama beberapa tahun.

Bertahun-tahun menempati jabatan tersebut, Ajis berhasil mendapatkan beberapa sertifikasi kesehatan dan keselamatan. Ia juga tersertifikasi untuk beberapa bidang seperti pelatihan keselamatan, inspeksi bangunan, investigasi insiden, pertolongan pertama serta penanganan bahaya.

“Saya mendapat banyak sekali pelatihan teknis maupun soft skills, ditambah lagi ilmu pengetahuan yang saya dapatkan setiap orientasi perpindahan jabatan sangatlah berguna untuk beradaptasi dengan posisi yang baru. Bekerja di bagian OHS selama lebih dari 20 tahun juga berarti saya mengalami banyak pergantian kepemimpinan. Setiap pemimpin memiliki karakter dan gaya memimpin yang berbeda-beda, namun setiap pemimpin memberikan pengalaman belajar yang luar biasa” sambungnya.

world day for safety and health at work

Menurut Ajis, secara prinsip, setiap anggota divisi OHS pastilah setuju bahwa bencana di tempat kerja dapat dihindari.

“Namun, dalam praktiknya, kondisi yang mengancam keamanan terkadang muncul dalam lingkungan kerja seperti ini. Padahal, banyak yang telah mengerti bahwa melalaikan keselamatan itu berbahaya. Namun, masih banyak yang melakukannya. Sebenarnya setiap orang bertanggung jawab terhadap OHS, jadi ketika melihat pelanggaran keselamatan dalam bentuk apapun, hendaknya langsung mencegah. Meningkatkan kesadaran karyawan terkait bahaya dan risiko dalam tempat kerja adalah hal yang terus-menerus kami lakukan setiap harinya,” terangnya.

Sebagai orang yang telah mendedikasikan hidupnya untuk bidang OHS, Ajis sangat berharap setiap orang memiliki kesadaran dan kewaspadaan yang datang dari diri masing-masing.

“Jika kita konsisten dalam menjaga keselamatan dan kesehatan di tempat kerja, APR akan mendapatkan ‘Zero Incident Award’, penghargaan terbesar di bidang OHS. Saya juga berharap suatu saat akan ada yang berkata, terima kasih telah mengingatkan saya untuk selalu waspada karena jika tidak demikian maka saya tidak dapat melihat anak dan istri saya lagi,” ungkapnya sambil menambahkan bahwa tim OHS di APR juga telah menekankan pentingnya menerapkan social distancing selama pandemi Covid-19.

“Kami juga berusaha semaksimal mungkin untuk memastikan setiap orang mengenakan masker dan rutin mencuci tangan, mulai dari pekerja administrasi hingga supir truk,” pungkas Ajis.


Artikel Terkait

Asia Pacific Rayon Mempersembahkan Busana Berbahan Rayon pada Malam Final Bujang Dara 2019

Asia Pacific Rayon (APR) turut hadir dan mengambil bagian dalam peragaan busana atau fashion show pada malam final Bujang Dara […]

Tim APR mengunjungi Pameran Indonesia Interntional Textile dan Garment Mahinery & Accessories ke-16

Tim APR mengunjungi Indo Intertex yang menampilkan perkembangan terbaru dalam mesin dan peralatan, dan Inatex memamerkan bahan baku dari fibre, benang, fibre, pakaian, dan aksesoris seperti ritsleting, kancing, ikat pinggang, dan produk non woven pada bulan April 2018.

APR: Berbuat Baik untuk Masyarakat dan Negara dalam Masa Pandemi

Dalam kondisi yang belum pernah terjadi akibat pandemi COVID-19 dan adanya disrupsi terhadap bisnis global yang berdampak pada negara, masyarakat, […]