Asia Pacific Rayon Meluncurkan Agenda Keberlanjutan 2030

Jakarta, Indonesia – 22 November 2021: Asia Pacific Rayon (APR), produsen rayon viscose terintegrasi terbesar di Indonesia, telah meluncurkan visi keberlanjutan sepuluh tahun, yang diberi nama APR2030. Visi tersebut didasarkan pada empat pilar komitmen, yakni berfokus pada dampak positif terhadap iklim dan alam, manufaktur bersih, sirkularitas, dan masyarakat yang inklusif. Komitmen tersebut didukung oleh 19 target spesifik yang ingin dicapai pada tahun 2030.

Target utamanya meliputi poin berikut:

  • 20% kandungan tekstil daur ulang dalam produksi serat stapel viscose (VSF).
  • Nol Emisi dari penggunaan lahan melalui integrasi vertikal bersama pemasok utama APRIL dan mengurangi separuh intensitas karbon produk APR per ton produksi VSF.
  • Bekerja sama dengan APRIL dalam membantu memberantas kemiskinan ekstrem pada masyarakat yang berada dalam radius 50 km dari operasi kami.
  • Mendukung konservasi dan perlindungan habitat satwa liar di Indonesia.

Sebagai area fokus utamanya, APR turut mempromosikan kemakmuran inklusif dan kesetaraan gender di seluruh rantai nilainya, termasuk dengan menginisiasi mata pencaharian yang ditujukan bagi perempuan dan kaum muda, akses yang lebih baik untuk kesehatan ibu, pengembangan anak terpadu, dan program nutrisi.

Anderson Tanoto, RGE Managing Director, mengatakan: “Dalam beberapa tahun terakhir, kami telah melihat kemajuan nyata dalam mengarusutamakan keberlanjutan ke dalam strategi bisnis. Pada COP26 di Glasgow, Skotlandia, sangat jelas bahwa pertumbuhan bisnis dan keberlanjutan harus berada di sisi yang sejajar, dan peluncuran APR2030 ini sangat selaras dengan hal tesebut”.

“Yang terpenting, kami juga melihat bahwa bisnis di seluruh Asia saat ini membuat komitmen serius untuk mendekarbonisasi operasi dan rantai pasokan mereka. Perubahan mendasar sedang berlangsung dengan peningkatan kemampuan bisnis seperti yang kami lakukan untuk memastikan bahwa saat kami berproduksi, kami juga turut melindungi karbon dan keanekaragaman hayati, serta memberdayakan masyarakat di sekitar operasional,” paparnya.

Basrie Kamba, Direktur APR, mengatakan: “Sebagai bagian dari implementasi APR 2030, kami akan mempelopori daur ulang limbah tekstil di Indonesia, mulai dari membangun infrastruktur pengumpulan, pemilahan, dan logistik yang diperlukan hingga memastikan limbah tekstil tidak berakhir di tempat pembuangan akhir”.

“Kami juga akan bermitra dengan produsen benang, kain dan garmen, dan fashion retailer untuk mengumpulkan dan memasok kembali sisa tekstil yang dapat didaur ulang. Sejalan dengan hal ini, kami akan terus berinvestasi besar-besaran dalam manufaktur bersih, closed-loop teknologi, dan inovasi produk”.

“Tujuan utama lainnya adalah untuk memindahkan fesyen berkelanjutan ke luar dari pasar yang sulit dijangkai dan membuatnya dapat diakses oleh desainer dan konsumen di mana saja. Indonesia adalah sumber terpercaya dari viscose yang diproduksi secara berkelanjutan yang terbuat dari serat terbarukan yakni 100% dari pohon perkebunan. APR2030 melangkah lebih jauh dengan memastikan kami turut mendukung tujuan iklim dan keanekaragaman hayati industri global,” kata Kamba.

Target APR2030 dikelompokkan ke dalam empat bidang komitmen yang luas dan diselaraskan dengan 10 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan PBB (SDGs) yang paling relevan dengan bisnis APR:

Dampak Positif bagi Alam dan Keanekaragaman Hayati

APR akan mengurangi jejak karbon produknya per ton serat stapel viscose sebesar 50% dan kami akan terus memenuhi 100% kebutuhan energi pabriknya dari sumber energi terbarukan dan bersih.

Kami mendukung mitra pemasok dengan targetnya yakni APRIL2030 untuk mencapai emisi nol bersih dari penggunaan lahan dan berkontribusi positif terhadap alam dan keanekaragaman hayati melalui konservasi dan perlindungan habitat satwa liar di Indonesia. APR akan fokus pada dorongan generasi baru duta konservasi hutan, serta bekerja dengan masyarakat di sekitarnya dalam mengidentifikasi peluang mata pencaharian yang berkelanjutan.

Manufaktur Bersih dan Produksi Loop Tertutup

APR berkomitmen untuk memperjuangkan manufaktur bersih dan closed-loop di industri tekstil Indonesia. Hal ini tertuang pada komitmen pengurangan 50% penggunaan air, pengurangan 80% sampah ke TPA per ton produk melalui investasi dalam produksi dan daur ulang loop tertutup, serta tingkat pemulihan sulphur lebih dari 95% pada tahun 2030.

APR akan mencapai tujuan operasional khusus industri ini seiring perjalanannya, memenuhi semua persyaratan yang ditetapkan EU BAT Polymer BREF untuk viscose dan sesuai pedoman Produksi Serat, Air Limbah, dan Emisi Udara yang Bertanggung Jawab ZDHC MMCF pada tahun 2025.

Mempercepat Sirkularitas

APR akan menjadi katalis untuk mempercepat produksi sirkular di industri tekstil Indonesia. Memproduksi 20% viscose yang menggunakan tekstil daur ulang, APR akan berkolaborasi dengan mitra-mitra  industri dalam proses pengumpulan, pemilahan, dan daur ulang limbah tekstil.

Untuk mempercepat sirkularitas di industri tekstil Indonesia, RGE, perusahaan induk APR, sebelumnya mengumumkan investasi US$200 juta melalui kemitraan dan inovasi teknologi untuk mengarusutamakan penggunaan tekstil daur ulang dan sumber serat generasi berikutnya lainnya dalam produksi MMCF.

Ini termasuk penelitian untuk memahami ekonomi dan logistik tekstil daur ulang, keterlibatan dengan komunitas desain tekstil untuk menginspirasi kreativitas, dan kemitraan dengan inovator untuk memajukan solusi teknologi dalam skala besar.

Kemakmuran Inklusif

Melalui serangkaian inisiatif transformasional, APR akan mendorong kemakmuran inklusif dan memajukan kesetaraan gender di seluruh rantai nilai kami. Inisiatif-inisiatif ini akan memberikan mata pencaharian yang berkelanjutan dan memberikan masyarakat akses yang lebih baik terhadap kesehatan dan pendidikan. Mereka termasuk memberdayakan perempuan pengusaha melalui kerajinan tekstil tradisional dengan fokus pada aplikasi Batik pada kain viscose, mengembangkan pusat tekstil yang dinamis di Riau, menyediakan akses peluang pengembangan profesional bagi perempuan dan remaja di wilayah tersebut, dan meningkatkan layanan kesehatan bagi ibu hamil dan balita di tujuh desa dalam radius 10 km dari operasi APR.

###

Tentang Asia Pacific Rayon :

Asia Pacific Rayon adalah produsen rayon viscose terintegrasi pertama di Asia, berlokasi di Pangkalan Kerinci, Riau. APR berkomitmen untuk menjadi produsen rayon viscose terkemuka dengan prinsip keberlanjutan, transparansi dan keunggulan operasional, dan melayani kepentingan masyarakat, negara dan iklim, sambil memberikan nilai kepada pelanggan. APR adalah bagian dari grup perusahaan manufaktur berbasis sumber daya RGE (Royal Golden Eagle). Kebijakan Keberlanjutan APR, diperbarui pada September 2020, mencakup komitmen tambahan pada sumber pulp dan manufaktur bersih.


Artikel Terkait

Peserta ASPiRE Dalami Sustainability Produksi Rayon Viskosa di APR

Brett Chun Hao Yang, tidak pernah menyangka sebelumnya bahwa pendidikan yang ditempuhnya di jurusan Teknik Kimia di Universitas California akan […]

APR Gelar Pelatihan bagi Pembatik Lokal

Asia Pacific Rayon (APR) memberikan pelatihan kepada para pembuat batik lokal di Indonesia untuk membantu mereka meningkatkan pendapatan dan menjaga […]

Tim APR mengunjungi Pameran Indonesia Interntional Textile dan Garment Mahinery & Accessories ke-16

Tim APR mengunjungi Indo Intertex yang menampilkan perkembangan terbaru dalam mesin dan peralatan, dan Inatex memamerkan bahan baku dari fibre, benang, fibre, pakaian, dan aksesoris seperti ritsleting, kancing, ikat pinggang, dan produk non woven pada bulan April 2018.