Keterlacakan Rantai Pasokan: Jalur Menuju Fesyen Berkelanjutan

Industri fesyen sedang berada dalam pengawasan ketat dari konsumen yang menuntut bukti produksi yang berkelanjutan. Penelusuran rantai suplai yang ditenagai oleh blockchain mungkin adalah jawabannya.

Konsumen semakin ingin tahu dari mana pakaian yang mereka beli berasal. Bagi banyak orang, keinginannya adalah untuk dapat mengeluarkan ponsel mereka, memindai kode QR, dan melihat informasi secara real-time tentang sumber semua bahan baku dalam pakaian yang ingin mereka beli.

Hal tersebut membutuhkan transparansi rantai pasokan – sebuah kesenjangan saat ini dalam industri fesyen.

sustainable fashion, supply chain traceability

Rantai pasokan di industri fesyen bisa sangat panjang, rumit dan sulit untuk dipahami. Ada lapisan kesulitan tambahan karena transparansi rantai pasokan lebih dari sekadar mengetahui dari mana bahan mentah itu berasal, tetapi juga tentang siapa yang membuatnya dan bagaimana caranya.

Melampaui Tingkat Satu

Sebagian besar brand fesyen ingin mendapatkan sumbernya secara berkelanjutan, tetapi banyak perusahaan belum melampaui pemasok tingkat pertama mereka: kenyataannya adalah bahan baku melewati banyak langkah sebelum mereka menemukan jalan ke dalam lemari pakaian konsumen.

Kain alami seperti rayon viskosa sebagai contohnya. Bibit dirawat di pembibitan sebelum dipindahkan ke perkebunan untuk tumbuh menjadi pohon. Kayu yang dipanen kemudian dikirim ke pabrik untuk diolah menjadi pulp kayu yang digunakan untuk produksi rayon viskosa. Selanjutnya, serat viskosa dipintal menjadi benang, dikirim ke pembuat kain, dan dikirim ke pabrik garmen. Memperoleh akses ke data akurat di setiap titik waktu bisa menjadi hal yang sangat menantang untuk brand ritel.

Ikuti Serat Kami; Setiap Langkah

Sebagai produsen yang terintegrasi secara vertikal, Asia Pacific Rayon (APR) memiliki langkah awal dalam proses ini. Setiap langkah mulai dari pembibitan hingga pengiriman dilacak dengan cermat. Proses ini didukung oleh inisiatif Follow Our Fiber, yang menggunakan teknologi blockchain perusahaan yang dikembangkan oleh Perlin. Menggunakan alat keterlacakan rantai nilai Perlin memungkinkan APR memasukkan data di semua titik kritis dalam rantai pasokan kami, menciptakan perjalanan produk yang kuat yang dapat dengan mudah dilacak oleh pelanggan.

Pelanggan APR dapat memindai barcode pada bungkusan viskoda menggunakan aplikasi khusus untuk melihat informasi terperinci di mana bal itu diproduksi, dari mana sumber bahannya berasal, dan bagaimana pengirimannya.
Data is gathered automatically at each stage of the value chain using integrated software tracking programmes. This includes information on planting in the nursery, time of weighing at a weigh bridge and delivery to the mill.

Data dikumpulkan secara otomatis pada setiap tahap rantai nilai menggunakan program pelacakan perangkat lunak terintegrasi. Ini termasuk informasi tentang penanaman di tempat pembibitan, waktu penimbangan di jembatan timbang dan pengiriman ke pabrik.

Informasi ini kemudian diunggah ke buku besar blockchain di mana ia dapat dilihat. Keuntungan menggunakan blockchain adalah setelah dipublikasikan, data membentuk catatan permanen yang tidak dapat diubah, memberikan semua pihak dalam rantai pasokan ketenangan pikiran. Seiring waktu, fungsionalitas lebih lanjut dan otentikasi data multifaktor dapat ditambahkan untuk membuat gambar yang lebih penuh dan lebih kuat.

Sebuah tantangan ‘sistemik’

Salah satu tantangan saat ini adalah kurangnya standarisasi platform karena berbagai pelaku rantai nilai di industri fesyen mengembangkan sistem penelusuran mereka sendiri. Agar konsumen dapat memindai kode QR di toko pakaian untuk informasi sumber produk, berbagai sistem perlu saling berhubungan.

Platform universal berdasarkan blockchain memiliki interoperabilitas sebagai fitur built-in. Salah satu aplikasi paling kuat dari blockchain adalah kemampuannya yang dengan mudah mengintegrasikan data dan fungsi dari beragam teknologi, sistem dan proses yang saling melengkapi. Hal ini juga memungkinkan adanya ulasan informasi untuk memastikan keakuratan data.

Hal Ini penting karena rantai pasokan yang transparan juga membantu mendukung keterlibatan merek dengan konsumen yang sadar lingkungan. Mampu berbicara tentang dari mana bahan baku berasal dan bagaimana produk dibuat, berarti merek fesyen dapat memberdayakan konsumen untuk membuat keputusan berdasarkan informasi yang didapatkan serta berdasarkan dampak sosial, ekonomi dan lingkungan dari pembelian mereka. Tidak ada yang lebih kuat dalam pemasaran etis selain menunjukkan kepada konsumen bagaimana bisnis berdampak positif pada komunitas tempat mereka bekerja.

Apa selanjutnya?

Pada akhirnya, APR bertujuan untuk berbagi data rantai pasokan secara real-time dan membuat informasi terkait keberlanjutan lainnya seperti kinerja pabrik, emisi karbon, dan laporan keberlanjutan yang tersedia di aplikasi. Kami sama sekali tidak berangan-angan bahwa penelusuran rantai pasokan penuh setara dengan keberlanjutan, melacak bahan mentah kembali ke sumbernya tidak selalu berarti bahwa bahan baku bersumber secara berkelanjutan.

Rantai pasokan yang dapat dilacak akan mewakili langkah menuju arah yang benar dalam transparansi. Ketika dilengkapi dengan sertifikasi, pengungkapan metrik dan dampak keberlanjutan utama itu akan membentuk jalur yang jelas menuju Fashion Berkelanjutan.

###

Baca juga

Asia Pacific Rayon (APR) Launches ‘Follow Our Fibre’ Blockchain Solution