Empat Fakta Menarik Seputar Pangkalan Kerinci

Sering kali, ketika mendengar kata Kerinci, orang-orang akan langsung merujuk pada Gunung Kerinci, gunung berapi tertinggi di Sumatra. Namun, belum banyak yang mengenal sebuah kota istimewa bernama Pangkalan Kerinci.

Berlokasi di Riau, Sumatra, Pangkalan Kerinci merupakan pusat dari Kabupaten Pelalawan. Kota ini telah tumbuh pesat sejak tahun 1995 dan menjadi rumah dari salah satu produsen pulp dan kertas terbesar, terintegrasi dan memiliki teknologi paling maju di dunia.

Tak perlu berlama-lama lagi, mari cari tahu lebih dalam mengenai Pangkalan Kerinci dan hal apa saja yang membuat kota ini istimewa!

Gelombang Pasang Bono

Gelombat pasang surut (tidal bore) merupakan fenomena hidrodinamika yang terkait dengan pergerakan massa air dimana gelombang pasang menjalar menuju ke hulu dengan kekuatan besar.

Tidak semua muara sungai atau teluk bisa membangkitkan gelombang pasang. Faktanya, gelombang pasang surut paling terkenal terdapat di Sungai Amazon yang dikenal dengan nama gelombang pororoca, gelombak benak di Sungai Batang, Malaysia, gelombang pasang surut terbesar di Sungai Qiantang, Cina, dan fenomena tersembunyi di Sungai Kampar.

Berlokasi di kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan, yang membutuhkan sekitar empat jam perjalanan dengan mobil dari Pekanbaru, gelombang bono telah memiliki daya tarik tersendiri bagi para wisatawan mancanegara untuk mencoba berselancar di Sungai Kampar.

Dikenal juga dengan nama Ombak Tujuh Hantu, gelombang bono dapat mencapai ketinggian maksimal hingga tiga meter dan bergulung hingga jarak 50 kilometer, artinya Anda dapat berselancar selama 50 kilometer!

Dikarenakan sebagian besar peselancar dari berbagai belahan dunia datang untuk merasakan pengalaman berselancar yang cukup menantang, perlu diperhatikan bahwa waktu terbaik untuk dapat menunggangi ombak bono adalah di puncak musim penghujan di sekitar bulan November dan Desember.

Batik Bono
kartini-masa-kini

Terinspirasi dari gelombang pasan bono yang menakjubkan di Sungai Kampar, para pebatik di Rumah Batik Andalan mendapatkan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) untuk pola tersebut pada tahun 2015.

Batik bono dibuat melalui metode cap juga tulis dan telah menjadi salah satu oleh-oleh khas Riau yang semakin populer.

Sebagian besar perajin batik bono adalah para ibu rumah tangga di Kabupaten Pelalawan. Karenanya, batik bono tidak hanya menjadi medium pelestarian kebudayaan, namun juga sebagai cara yang efektif dalam meningkatkan geliat ekonomi lokal.

Istana Sayap Pelalawan

Istana Sayap Pelalawan pernah berdiri megah di sisi Sungai Kampar sebagai salah satu simbol Kesultanan Pelalawan.

Istana ini dibangun pada tahun 1910, di masa pemerintahan Sultan Assyaidi Syarif Hasim (1892 – 1930 M) yang juga Sultan Pelalawan ke-11.

Dinamakan Istana Sayap karena terdiri dari bangunan utama seluas 4.327 meter persegi dan diapit dua bangunan penunjang di kanan kirinya dengan luas masing-masing 103,5 meter persegi.

Istana yang tampak memukau ini didominasi warna kuning dengan anak tangga yang berhiaskan pahatan khas Melayu.

Produsen Viscose, Pulp dan Kertas Terbesar dan Terintegrasi di Asia Tenggara

Pada tahun 1993, Grup APRIL memulai pengembangan perkebunan pertamanya di Pangkalan Kerinci. Kala itu, hanya terdapat sekitar 200 kepala keluarga di kota tersebut.

Sejak saat itu, populasi Pangkalan Kerinci mulai tumbuh hingga mencapai lebih dari 200.000 jiwa pada tahun 2010, seiring berkembangnya dan semakin terdiversifikasinya Grup APRIL yang merubah Pangkalan Kerinci menjadi pusat kegiatan komersial dan sosial.

Produksi pulp komersial dimulai pada tahun 1995, disusul dengan produksi kertas komersial pada tahun 1998 dan produksi viscose rayon di bawah naungan Asia Pacific Rayon (APR).

APR mulai beroperasi pada tahun 2019 dan telah diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada Februari 2020.
Hingga hari ini, APR telah menjalankan beberapa rencana ekspansi yang sejalan dengan strategi pemerintah untuk meningkatkan investasi dan menyerap tenaga kerja guna menyokong perbaikan ekonomi dan menghentikan dampak berkepanjangan dari pandemi Covid-19.


Artikel Terkait

Follow Our Fibre Kembali Hadir Memenuhi Kebutuhan Industri untuk Transparansi dan Akuntabilitas yang Lebih Baik

Dalam menghadapi kekhawatiran yang meningkat atas perubahan iklim dan tanggung jawab lingkungan, konsumen fesyen menuntut lebih transparansi dan akuntabilitas dari […]

Peran Viscose dalam Mengurangi Dampak Lingkungan

Perubahan iklim dan ketidaksetaraan mempengaruhi setiap negara di seluruh benua dan sudah berdampak pada perekonomian nasional serta mempengaruhi kehidupan. Ini […]

APR Mendukung Posyandu di Riau, Indonesia

Sebagai bagian dari usaha mendukung propinsi Riau dalam mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB), Asia Pacific Rayon (APR) […]