Bagaimana Viscose Dibuat?

Viscose, atau viscose rayon, merupakan bahan tekstil yang semakin naik daun dan semakin banyak digunakan untuk membuat berbagai macam hal, mulai dari pakaian hingga perabotan rumah. Tapi sebenarnya apa itu viscose, dan bagaimana viscose dibuat? Cari tahu penjelasan lengkapnya di bawah ini.

Apa itu viscose?

Viscose, dikenal juga dengan nama rayon, adalah jenis serat tekstil yang terbuat dari serat selulosa dari pohon. Keseluruhan prosesnya telah dipatenkan sejak tahun 1892, namun popularitasnya semakin meningkat dalam beberapa tahun belakangan seiring semakin banyaknya merek dan pelanggan yang menyadari dampak industri fesyen terhadap lingkungan dan mulai mencari bahan yang lebih berkelanjutan.

Alasan di balik ketenarannya adalah fakta bahwa viscose merupakan alternatif yang berkelanjutan dan dapat terurai alami, dapat menggantikan kain akrilik, nilon, poliester, dan kain sintetis yang terbuat dari minyak bumi lainnya.

Viscose memiliki bentuk yang menyerupai sutra dengan kemampuan untuk menyerap dan mempertahankan kekayaan dan kecerahan warna. Bahan dasar selulosanya membuat viscose bersifat seperti kapas namun dengan kehalusan sekelas sutra, yang berarti mampu menyerap kelembapan dan nyaman digunakan.

cara membuat viscose

Bagaimana viscose dibuat di APR?

Pembuatan viscose di APR dimulai dari pengolahan pulp yang berasal dari pemasok yang 100 persen tersertifikasi PEFC (Program Persetujuan Sertifikasi Hutan). Lebih dari 92 persen pulp yang kami gunakan diproduksi di Indonesia dan kami dapat melacak setiap kilo pulp yang kami gunakan, dari perkebunan asalnya hingga menjadi viscose dan dapat dikirim dari gudang kami. Informasi tersebut bisa diakses bebas oleh pelanggan kami melalui aplikasi ketertelusuran berlandaskan blockchain, Follow Our Fibre.

Setiap harinya, kami bekerja keras untuk meningkatkan kualitas fiber kami, seraya memprioritaskan penggunaan bahan mentah yang berkelanjutan untuk memaksimalkan pemulihan material sesuai dengan standar industri internasional terkemuka.

Hanya dibutuhkan 18 jam untuk mengubah pulp yang diproduksi secara berkelanjutan menjadi rayon viscose cantik yang dapat terurai secara alami, siap untuk dikirim ke pelanggan kami di seluruh dunia.

Langkah-langkah pembuatan viscose

Step 1: Stepping – Proses merendam pulp agar larut dan membuat serat selulosa membengkak dan berubah menjadi selulosa alkali.

Step 2: Pressing – Selulosa alkali yang membengkak dikompres hingga memiliki berat basah setara dengan 2,5 hingga 3 kali berat pulp asli, untuk mendapatkan rasio alkali terhadap selulosa yang akurat.

Step 3: Shredding – Selulosa alkali diproduksi dengan merobek-robek bahan. Untuk meningkatkan luas permukaan yang tebentuk dan dengan demikian meningkatkan kemampuan selulosa alkali untuk bereaksi dalam langkah selanjutnya.

Step 4: Ageing – Selulosa alkali akan melalui proses pemeraman di bawah kondisi yang terkendali untuk melalui proses depolimerisasi selulosa agar mencapai efisiensi produksi dan kualitas produk yang lebih baik.

Step 5: Xanthation – Pada tahap ini, remah-remah selulosa alkali yang telah melalui proses pemeraman akan ditempatkan dalam tong dan dibiarkan bereaksi dengan karbon disulfida (CS2) di bawah suhu yang terkendali untuk membentuk selulosa xantat.

Step 6: Dissolving – Remah kuning selulosa xantat dilarutkan dalam larutan.

Step 7: Ripening – Viscose dibiarkan selama beberapa waktu hingga “matang” atau berbentuk larutan seperti madu.

Step 8: Filtering – Viscose disaring untuk menghilangkan partikel yang belum larut yang bisa mengganggu proses pemintalan atau menyebabkan cacat pada filamen rayon.

Step 9: Degassing – Udara yang terperangkap dalam viscose dihilangkan untuk mencegah kekosongan, atau titik lemah, pada filament rayon halus.

Step 10: Spinning – Viscose melewati spinneret dan direndam dalam spin bath untuk menghasilkan filamen rayon.

Step 11: Drawing – Filamen rayon diregangkan sementara rantai selulosa masih relatif dapat digerakkan.

Step 12: Washing – Rayon yang baru diregenerasi, dicuci untuk menghilangkan garam dan kotoran lain yang larut dalam air.

Step 13: Cutting – Serat dipotong sehingga memiliki panjang beragam dengan mesin pemotong putar.

Step 14: Drying – Serat stapel viscose basah dikeringkan hingga kadar air ideal 9-14%.

Step 15: Baling Press – Serat stapel viscose kami dikemas dan siap untuk pengiriman.

 

Viscose digunakan untuk apa?

Viscose digunakan untuk beragam jenis tekstil dan pakaian. Karakteristiknya yang selembut sutra dan sejuk di kulit seperti kapas, membuat serat prima viscose sangat cocok dijadikan produk rajutan atau tenunan yang nyaman di kulit. Permukaan yang cukup luas pada fiber viscose membuat efek pewarnaan menjadi lebih menyala.

viscose production process

  • Bahan rajut

Viscose rajut memiliki karakteristik yang lembut, membuatnya nyaman dan ringan ketika dikenakan. Viscose rajut pun menjadi pilihan tepat untuk bahan pakaian dalam, gaun dan kaus.

  • Bahan tenun

Dikenal karena kenyamanan dan fungsinya yang serba guna, kain tenun viscose dapat digunakan sebagai bahan gaun, kemeja, batik, pakaian rumah, hingga denim. Tenun viscose memiliki tekstur yang super lembut dengan helaian yang begitu halus.

  • Tekstil rumah

Sifat viscose yang sangat mudah menyerap membuat penyerapan warna menjadi lebih maksimal dan menghasilkan spektrum warna yang lebih kaya dan bercahaya, tanpa mengurangi kilau alami bahannya. Hal ini membuat viscose menjadi material ideal untuk produk tekstil rumah Anda, seperti handuk premium, sprei tempat tidur, taplak meja, serbet, hingga kain dekoratif.

***


Artikel Terkait

APR Rayakan Idul Adha Bersama Masyarakat

Kami merayakan hari raya Idul Adha dengan menyumbangkan hewan qurban kepada masyarakat di 7 desa sekitar operasional kami. Hewan kurban […]

Karyawan APR Lakukan Perubahan Melalui Plastic-Free Challenge

Manfaat plastik dalam kehidupan sehari-hari sudah tidak perlu dipertanyakan. Plastik cenderung murah dan mudah didapatkan. Tidak heran jika produk plastik, […]

Highlights of 2021 – Kuartal Ketiga

Edisi terbaru dari APR Pulse sudah keluar. Pada edisi kali ini, kami menampilkan kolaborasi antara Andi Fitri Hartuti, desainer lokal […]