Mengapa Kain Viscose adalah Masa Depan Industri Fashion

Terdapat peningkatan kesadaran di seluruh dunia bahwa industri fast fashion menimbulkan dampak lingkungan yang besar, dengan pakaian yang dirancang untuk hanya dipakai beberapa kali sebelum dibuang.

Kecuali jika ada aksi perubahan, maka pada tahun 2030 kita dapat berada di jalur yang tepat untuk membuang lebih dari 134 juta ton tekstil setiap tahun. Sebagian besar limbah fesyen ini tidak dapat terurai secara hayati – terutama kain paling populer berikut; nilon, poliester, dan akrilik, semuanya berbentuk plastik dan akan tetap berada di tempat pembuangan sampah selama berabad-abad.

Konsumen semakin menuntut pilihan akan fesyen yang lebih berkelanjutan, dan brand mulai bergegas untuk mengejar ketinggalan.

viscose is the future of the fashion industry

Hal ini mendandakan ada peningkatan fokus tentang dari mana bahan baku pakaian berasal, bagaimana garmen diproduksi, dan apa yang terjadi pada mereka di akhir masa pakainya. Dan kain berbasis alam, seperti rayon viscose, memiliki tempat yang jelas di masa depan, industri fesyen yang lebih berkelanjutan.

Baca juga: Apa itu Fashion Berkelanjutan?

Viscose rayon APR diproduksi dari pohon yang ditanam di perkebunan yang dikelola secara berkelanjutan yang disertifikasi secara independen, terutama melalui badan internasional PEFC. Itu berarti bahan mentah diproduksi dengan dampak minimal terhadap lingkungan dan, sebagai bagian dari agenda APR 2030 kami, kami berkomitmen untuk nol emisi bersih dari penggunaan lahan melalui integrasi vertikal dengan pemasok utama yakni APRIL, serta mengurangi separuh intensitas karbon produk APR per ton produksi viscose.

 

Mengurangi dan menggunakan kembali

Serat alami memiliki keunggulan biodegradable, artinya ketika dibuang akan terurai secara alami di dalam tanah. Viscose APR misalnya telah diverifikasi secara independen untuk terurai secara alami di tanah dan air. Hal ini berarti berdampak dalam mengurangi volume sampah fesyen yang menumpuk di tempat pembuangan sampah.

Mengurangi dampak limbah fesyen di tempat pembuangan sampah adalah penting, tetapi tujuan utama industri fesyen adalah menghentikan sampah itu sejak awal, dengan mendaur ulang kain yang dibuang dalam proses produksi, serta pakaian bekas yang seharusnya dibuang.

Hal ini tentu lebih sulit daripada kedengarannya. Kain yang dicampur dengan bahan lain harus dibuka, ritsleting dan kancing harus dilepas, dan pewarna harus diekstraksi – dan sebagian besar teknologi untuk melakukan rangkaian proses ini masih berada dalam tahap awal.

recycled-fibre-technology

Sebagai bagian dari sasaran APR2030 kami, APR telah berkomitmen untuk menggunakan 20% kandungan tekstil daur ulang dalam produksi serat stapel viscose (VSF) kami pada tahun 2030. Sebagian hal ini akan dicapai melalui investasi US$200 juta oleh perusahaan induk APR, RGE, untuk mengarusutamakan penggunaan tekstil daur ulang dan mempercepat sirkularitas dalam industri tekstil.

Baik bagi Masyarakat

Industri fesyen yang lebih berkelanjutan juga harus memperhatikan cara produksi bahan baku, kain, dan pakaian itu sendiri. Selain menciptakan lapangan kerja di operasional sekitar, APR juga bertujuan untuk memberikan dampak positif di area tempat kami beroperasi. Misalnya, kami telah bermitra dengan produsen kain batik tradisional, untuk membantu mereka menggunakan viscose berkelanjutan dan pewarna alami dalam pekerjaan mereka.

Dan sebagai bagian dari komitmen APR2030 kami, kami akan bekerja sama dengan Grup APRIL untuk membantu memberantas kemiskinan ekstrem dalam radius 50 km dari operasi kami.

Perusahaan masih memiliki pekerjaan yang harus dilakukan untuk mewujudkan janji fesyen berkelanjutan, tetapi jelas bahwa kain viscose akan memainkan peran penting di masa depan industri fesyen.

***


Artikel Terkait

Hari Populasi Sedunia 2020 – Kesehatan dan Hak-Hak Perempuan dalam Masa COVID-19

Mengenal beberapa wanita di Asia Pacific Rayon (APR) Hari Populasi Dunia tahun ini terfokus pada berbagai tantangan – kesehatan, ekonomi, […]

Apa itu Fashion Berkelanjutan?

Fast fashion telah memberikan begitu banyak pilihan untuk memenuhi selera pasar. Tapi sadarkah bahwa kita membayar mahal untuk hal ini? […]

Tim APR mengunjungi Pameran Indonesia Interntional Textile dan Garment Mahinery & Accessories ke-16

Tim APR mengunjungi Indo Intertex yang menampilkan perkembangan terbaru dalam mesin dan peralatan, dan Inatex memamerkan bahan baku dari fibre, benang, fibre, pakaian, dan aksesoris seperti ritsleting, kancing, ikat pinggang, dan produk non woven pada bulan April 2018.