Asia Pacific Rayon Perbesar Kapasitas Produksi Viscose-Rayon

Jakarta, 22 Februari 2021 – Asia Pacific Rayon (APR) berencana meningkatkan produksi serat viscose-rayon guna menjawab tingginya permintaan viscose staple fiber (VSF) sekaligus memperkuat posisi pasarnya di Indonesia dan ekspor.

Perluasan ini akan memanfaatkan kapasitas terpasang APRIL dari lini produksi pulp yang ada saat ini. Pasokan serat bersumber dari hutan tanaman industri (HTI) yang dikelola secara bertanggung jawab oleh APRIL sesuai dengan standar sertifikasi hutan nasional dan internasional dan sesuai dengan kebijakan keberlanjutannya serta komitmen dan target APRIL2030 yang baru-baru ini diumumkan

Pembangunan fasilitas baru akan dimulai pada paruh kedua 2021, mencakup peningkatan proses pemulihan bahan kimia dan instalasi pemrosesan slush pulp, dan investasi lainnya yang bertujuan untuk mengurangi penggunaan energi dalam proses produksi APR sekaligus memberikan dampak positif bagi lingkungan. Proses ini diharapkan rampung pada 2023.

Dengan penambahan fasilitas tersebut, APR akan menjadi produsen viscose rayon terintegrasi terbesar di dunia dimana bahan baku utama berupa dissolving pulp didapatkan dari hasil HTI terbarukan APRIL yang berada di lokasi yang sama.

“Bisnis viscose-rayon APR semakin kuat. Dengan semangat “Everything Indonesia”, kami akan terus bekerjasama dengan pelaku tekstil Tanah Air lainnya untuk menciptakan industri tekstil yang dinamis dan mendukung agenda ekonomi nasional.

Kami berkomitmen untuk pertumbuhan yang inklusif dengan menepatkan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan PBB sebagai tolok ukur rencana pertumbuhan kami, ” ungkap Basrie Kamba selaku Direktur APR.

Diresmikan Presiden Joko Widodo pada Februari 2020, APR merupakan produsen serat viscose-rayon terbarukan yang didukung oleh fasilitas produksi terbaik dan berbahan baku serat terbarukan.

Di tahun yang sama, Asia Pacific Yarn (APY) dan Jakarta Fashion Hub (JFH) didirikan untuk mendukung penelitian dan pengembangan benang, serta mempromosikan bakat dan kolaborasi desain fashion.

APR memastikan bahan baku dissolving pulp didapatkan dari sistem sertifikasi hutan yang kredibel dan diakui secara internasional, seperti PEFC ™ yang menjamin serat kayu berasal dari hutan yang dikelola secara lestari dan berkelanjutan. APR akan terus mempertahankan 100% sertifikasi Rantai Pasok PEFC untuk produksi viscose-rayon

Produk APR telah memiliki label MADE in GREEN by OEKO-TEX®, USDA Biobased, Seedling, OK biodegradable, dan Medical Tested-Tested for Toxins dari FKT. Perusahaan juga memperoleh sertifikat manajemen mutu ISO 9001 dan sertifikat sistem manajemen lingkungan 14001 dan 45001 untuk sistem manajemen kesehatan dan keselamatan kerja.

Tentang Asia Pacific Rayon:

Asia Pacific Rayon adalah produsen viscose rayon pertama yang terintegrasi secara penuh di Asia dari hutan taman industri terbarukan. Pabrik berkapasitas 240,000 ton yang berlokasi di Pangkalan Kerinci, Riau, ini menggunakan teknologi produksi terkini dalam menghasilkan rayon berkualitas tinggi untuk kebutuhan tekstil dan produk kebersihan pribadi. APR berkomitmen untuk menjadi produsen viscose rayon terkemuka yang memiliki prinsip keberlanjutan, transparansi, dan efisiensi operasional, melayani kepentingan masyarakat dan negara, dan memberikan nilai kepada pelanggan.
www.aprayon.com

Kontak Media:
Djarot Handoko
Head of Corporate Communications, Asia Pacific Rayon
Djarot_Handoko@aprayon.com


Artikel Terkait

Perempuan Penenun Menjaga Kerajinan Tradisional Tetap Hidup dengan Viscose Berbahan Alami

Memberdayakan perempuan dan anak perempuan di seluruh dunia adalah termasuk ke dalam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG) Perserikatan Bangsa-Bangsa nomor 5 […]

Virtual Photoshoot, Tren Motret Dari Layar Komputer

Banyak profesi yang terdampak di masa pandemik, salah satunya adalah Fotografer, baik fotografer jurnalistik, maupun fotografer estetik. Asia Pacific Rayon […]

Merayakan Hari Perempuan Internasional 2020 dan Perempuan dalam Sains

Anak Perempuan dalam Sains, yang dirayakan setiap tahun pada tanggal 11 Februari, mengakui peran penting yang dimainkan perempuan dalam sains […]