Debut Asia Pacific Rayon (APR) di ITMA 2019

Barcelona, 20 Juni 2019 – Asia Pacific Rayon (APR) yang berbasis di Indonesia memamerkan produksi rayon viskosa berkelanjutan untuk pertama kalinya pada acara International Textile Machinery Association (ITMA) tahun ini di Barcelona.

Setelah diluncurkan secara komersial pada bulan Maret 2019, APR telah mulai mengekspor serat viskosa ke pusat-pusat produksi tekstil utama di Eropa termasuk Turki dan Jerman.

“ITMA 2019 adalah kesempatan untuk secara aktif mencari mitra bisnis baru termasuk kolaborasi dengan pemasok mesin untuk mengembangkan serat yang paling sesuai dengan kebutuhan pelanggan kami,” kata Ben Poon, Deputy Business Head of APR.

APR telah memperoleh sertifikasi Chain-of-Custody PEFC dan OEKO-TEX® untuk standar 100, memastikan serat viskosanya bebas dari zat berbahaya. “Mencapai sertifikasi ini penting untuk menunjukkan bahwa produk kami memenuhi standar industri untuk melindungi persyaratan lingkungan dan sosial,” tambah Ben Poon.

Pada bulan Mei, APR meluncurkan ‘Follow Our Fibre’ sebuah platform keterlacakan yang ditenagai oleh blockchain yang dapat memberikan penelusuran dan transparansi atas rantai nilai produksi rayon viskosa dari benih ke serat.

Kunjungi stan APR di C-247, Hall H 3.

 

Tentang Asia Pacific Rayon:

APR, pabrik viscose-rayon terintegrasi pertama di Asia, mulai beroperasi awal tahun ini dan memiliki kapasitas produksi 240.000 ton per tahun. Terletak di Pangkalan Kerinci, provinsi Riau, serat kayu APR berasal dari perkebunan yang dikelola secara berkelanjutan yang dapat dilacak di sepanjang rantai nilai mulai dari pembibitan hingga rayon viskosa.

APR berkomitmen untuk menjadi produsen viscose-rayon terkemuka yang berkelanjutan, transparan, efisien operasional, melayani kepentingan masyarakat dan negara serta memberikan nilai kepada pelanggan.

 

Kontak Media:
Nenda Pratiwie
Corporate Communications
Nenda_Pratiwie@aprayon.com