Kolaborasi, kemitraan regional, dan inovasi produk kini menjadi kunci pertumbuhan pasar serat selulosa di Asia. Hal ini pula yang melandasi kehadiran Asia Pacific Rayon (APR) di dua pameran tekstil besar di Indonesia dan India, sebagai bagian dari komitmen jangka panjang perusahaan kepada para pelanggannya.
Sebagai pionir produsen serat rayon terintegrasi di Asia, kehadiran APR di dua kiblat tekstil, Jakarta dan Mumbai, menjadi momentum penting untuk membuka peluang baru bagi aplikasi serat rayon dan lyocell, sekaligus mempererat hubungan dengan para pelaku industri.
Di Indonesia, APR kembali hadir untuk kedelapan kalinya di Indo Intertex, Jakarta. Mengusung tema “Nurturing Growth, Strengthening Partnership,” pameran tekstil dan mesin garmen terbesar di Asia Tenggara ini menjadi tempat berkumpulnya para manufaktur, pemasok, dan pembeli internasional untuk berburu teknologi terbaru serta peluang bisnis jangka panjang.

Alih-alih tampil sendiri, area pameran APR menjadi panggung kolaborasi dengan merangkul tujuh mitra, mulai dari pemintalan benang, penenunan, perajutan, hingga manufaktur garmen. Kolaborasi ini sengaja ditampilkan bersama untuk memperlihatkan gambaran ekosistem tekstil nasional yang saling terhubung dan kuat, sekaligus membuktikan nilai yang tercipta saat produsen serat bekerja sama dengan produsen manufaktur.
Salah satu hal yang mencuri perhatian di Jakarta adalah pameran kain batik lyocell. Sebagai Warisan Budaya Takbenda UNESCO yang menjadi bagian dari identitas tekstil nasional, batik kini menemukan napas baru lewat sentuhan teknologi modern. Karakteristik serat lyocell yang sangat sesuai dengan metode pewarnaan tradisional memberikan peluang besar bagi perajin untuk memadukan nilai tradisi dengan serat berperforma tinggi.
Langkah strategis ini berlanjut ke Mumbai, India, melalui partisipasi APR di Fibers & Yarns Expo yang membawa semangat “Committed to Growth, Committed to You.” Sebagai salah satu pameran industri tekstil utama di India, ajang ini berfungsi sebagai wadah jejaring yang luas bagi rantai pasok tekstil negara tersebut.
Keikutsertaan di Mumbai menjadi momentum penting bagi APR untuk memperluas jangkauan pasar, membangun kerja sama baru, dan merangkul pelanggan yang terus tumbuh pesat. Di ajang ini, APR memperkenalkan BVF, produk serat rayon yang lebih halus dan tipis, dirancang khusus untuk kebutuhan pemintalan benang berkualitas tinggi. Inovasi ini disiapkan untuk menyasar segmen aplikasi premium yang tengah naik daun, seperti high fashion, athleisure, pakaian dalam, dan linen tempat tidur.
Pasar India berpotensi tumbuh signifikan dengan banyaknya manufaktur yang mencari penyedia serat yang dapat diandalkan, memiliki konsistensi suplai dan kualitas produk, serta dukungan teknis, baik untuk kebutuhan domestik maupun internasional.
Merefleksikan jalannya kedua pameran besar ini, Sachin Malik, Commercial Head APR mengatakan bahwa situasi pasar saat ini menuntut perusahaan untuk menimbang jauh dari sekadar transaksi jual beli dan fokus pada penciptaan nilai jangka panjang.
“Melihat kondisi pasar saat ini, APR tidak bisa sukses jika hanya berjalan sendiri. Kuncinya adalah seberapa jauh kami bisa memahami dan berintegrasi dengan realita yang dihadapi oleh mitra dan pelanggan,” ujarnya.
Menghadapi tantangan rantai pasok saat ini, strategi APR di kedua negara ini membawa pesan yang penting: pertumbuhan industri tidak lagi sebatas inovasi produk, tetapi bagaimana membangun kemitraan yang dapat dipercaya mampu memberikan stabilitas, dukungan teknis, dan kemajuan bersama bagi para pelaku industri.





